Sabtu, 10 Mei 2014

Menginstal Komputer: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa lan...

Cara Menginstall Software dengan Baik dan Benar

  Bagi pengguna komputer, pastinya kamu tidak asing lagi dengan yang namanya install-menginstall software. Ya, pekerjaan tersebut sangatlah mudah dilakukan. Karena pada umumnya, kita hanya mengklik Next, Next,... Lalu Finish untuk menyelesaikan instalasi software tersebut. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, entah kenapa, komputer kamu jadi semakin lambat, atau bahkan bertingkah aneh setelah menginstall software-software tersebut.
  Hal itu mungkin karena kamu melakukan kesalahan saat instalasi software. Fitur-fitur tambahan di dalam software yang sebenarnya tidak kamu butuhkan juga ikut terinstall. Nah, agar di lain waktu hal tersebut tidak terulang kembali, ada baiknya kamu mengikuti beberapa tips-tips cara install software di bawah ini.

#1. Ketahui Asal-Usul Software

Seiring dengan perkembangnya teknologi, semakin banyak muncul situs-situs penyedia software gratis ataupun berbayar. Tak jarang juga ada website "palsu" yang menyediakan software gratis dan ketika di install, ternyata software tersebut berisi program yang berbahaya.
Bila kamu ingin mendownload software yang kamu butuhkan di internet, pastikan software tersebut hanya berasal dari website yang terpercaya. Dan alangkah baiknya, jika kamu download langsung dari website resmi pembuat software tersebut.

#2. Ketahui Spesifikasi Komputer Sebelum Menginstall Software

Sebelum melakukan instalasi, ketahui dulu dengan jelas spesifikasi komputer kamu. Karena, tidak semua komputer cocok untuk suatu software.
Suatu software akan membutuhkan spesifikasi komputer yang memadai untuk dapat menjalankan software tersebut. Oleh sebab itu, pastikan informasi tentang spesifikasi yang di butuhkan oleh software tersebut sesuai dengan spesifikasi komputer yang kamu miliki.

#3. Pemilihan Lokasi (Directory) Penyimpanan Untuk Instalasi

Aku sarankan, jangan menginstall semua software pada drive C. Jika drive C terlalu penuh, maka akan memperlambat kinerja komputer. Jangan sampai kamu memilih drive dimana ruang yang dibutuhkan untuk instalasi software (Space Required) lebih besar dibanding ruang yang tersisa pada drive (Space Available). Jika hal tersebut di paksakan, maka proses instalasi tidak akan berjalan.
Dan selalu sisakan ruang kosong pada drive untuk mengoptimalkan kinerja sistem operasi.

Cara Menginstall Software dengan Baik dan Benar

#4. Pemilihan Fitur Pada Software

Biasanya, beberapa software akan menyediakan fitur-fitur tambahan untuk mendukung kinerja software tersebut. Jika kamu tidak teliti, maka fitur-fitur tambahan yang sebenarnya tidak kamu butuhkan hanya akan menghabiskan space pada harddisk kamu dan akan memperlambat kinerja komputer.
Oleh sebab itu, Pastikan kamu hanya memilih fitur yang benar-benar kamu butuhkan pada software yang akan di install.

Cara Menginstall Software dengan Baik dan Benar

#5. Jangan Menginstall Toolbar Saat Melakukan Instalasi

Inilah yang paling sering kita abaikan saat melakukan instalasi software, yaitu kita disarankan untuk menginstall browser toolbar. Contohnya, saat kamu menginstall Java dari Oracle, kamu biasanya akan mendapatkan rekomendasi untuk instalasi toolbar dari Ask. 
Jika kamu mencentangnya, maka kamu akan menginstall toolbar Ask di seluruh browser yang kamu install dan menjadikan Ask sebagai homepage. Tentu, hal ini akan sedikit mengganggu kenyamanan kamu dalam menggunakan browser. Karena, Terlalu banyak toolbar dapat memperlambat akses internet dan kinerja komputer. Jadi, jangan centang pilihan install toolbar walaupun ada rekomendasi untuk menginstall toolbar.

Cara Menginstall Software dengan Baik dan Benar

Demikian beberapa tips tentang cara menginstall software dengan baik dan benar.
Dengan mengetahui tips-tips di atas, aku berharap agar kamu tidak akan asal “Next” lagi dalam menginstall software.

Semoga Bermanfaat..

Menginstal Komputer: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa lan...

Menginstal Komputer: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa lan...: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa langkah lagi PC pun siap Anda nikmati. Sabar. PC memang telah selesai Anda ra...

Menginstal Komputer: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa lan...

Menginstal Komputer: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa lan...: Mensetup Bios Nyalakan PC dan dengan beberapa langkah lagi PC pun siap Anda nikmati. Sabar. PC memang telah selesai Anda ra...

Kamis, 08 Mei 2014

Anda sudah tahu cara install software. Namun selama ini, Anda hanya klik “Next” dan “Next” saat instalasi. Hasilnya pun, entah kenapa, komputer Anda jadi makin lambat, atau bahkan bertingkah aneh setelah software tersebut Anda install.
Itukah yang Anda alami?
Jika ya, mungkin Anda melakukan kesalahan saat instalasi software. Dan agar di lain waktu hal tersebut tidak terulang kembali, ada baiknya Anda mengikuti tips-tips cara install software di bawah ini.

1. Ketahui dengan pasti

Sebelum menginstall, ketahui dulu dengan jelas spesifikasi komputer Anda dan informasi software tersebut.

a. Spesifikasi komputer

Tidak semua komputer cocok untuk suatu software. Suatu software akan menuntut spesifikasi komputer yang memadai. Oleh karena itu, ketahui dulu spesifikasi komputer Anda.
Setelah mengetahui spesifikasi komputer Anda, ketahui system requirements software yang ingin Anda install. Apakah system requirements software tersebut dapat dipenuhi oleh komputer Anda? Jika tidak, urungkan niat untuk meng-install-nya.

b. Asal usul software dan kualitasnya

Saat ini banyak sekali software-software yang tidak penting, tidak terlalu memberikan manfaat, dll.
Parahnya lagi, jika Anda mendownload software tersebut, bisa saja software itu adalah program jahat. Software tersebut akan mendeteksi virus yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Alias deteksi palsu.
Setelah melakukan deteksi palsu, Anda akan ditawari software antivirus yang sebenarnya tidak berguna. Entah itu berbayar atau gratis, yang jelas, semakin banyak software yang terinstall, akan makin memperlambat komputer.
Oleh karena itu, lebih baik ketahui dengan pasti tentang software tersebut. Cara referensi sebanyak-banyaknya entah itu dari internet, majalah, atau teman Anda.

2. Jangan asal klik “Next”!

Inilah salah satu penyebab utama kenapa setelah Anda menginstall software, komputer malah jadi lambat.
Saat melakukan instalasi software, jangan asal klik next, next, next tanpa memperhatikan tiap halamannya. Asal klik next dapat menyebabkan fungsi-fungsi software yang sebenarnya tidak Anda butuhkan, ikut terinstall. Akibatnya, komputer malah jadi lambat.
Berikut adalah halaman-halaman di mana Anda harus berhenti dan memperhatikan dengan baik:

a. Pemilihan lokasi (directory) install

Ciri halaman ini adalah adanya tombol “Browse”, “Change Location”, atau “Install Location”. Klik tombol tersebut untuk memilih lokasi di mana software tersebut akan Anda install.
Tips memilih lokasi yang baik adalah, jangan menginstall semua software pada drive C. Drive C yang terlalu penuh akan memperlambat kinerja sistem operasi dan dampaknya, komputer jadi lambat. Untuk software-software seperti game, sebaiknya Anda install pada drive yang lain.
cara install software - install directory
Gambar 1
Untuk memilih lokasi, Anda juga harus memperhatikan keterangan ruang yang dibutuhkan software (Space required) dan ruang yang tersisa di drive tersebut (Space available). Jangan sampai Anda memilih drive dimana space required lebih besar dibanding space available. Jika demikian, proses instalasi tidak ada berjalan.
Dan jangan pula memilih drive dimana nantinya setelah Anda install, hanya akan menyisakan sedikit ruang. Hard disk terlalu penuh dapat memperlambat komputer.

b. Pemilihan fitur

Ciri halaman ini adalah adanya kotak-kotak centang.
Biasanya secara otomatis kotak yang ada sudah tercentang semua. Namun sebaiknya Anda membaca keterangan di sebelah kotak centang tersebut. Pada keterangan fitur-fitur yang tidak Anda butuhkan, sebaiknya hilangkan saja centangnya.
cara install software - featured to be installed
Gambar 2
Yang paling sering terjadi adalah centang pada kotak “Install toolbar”. Jika kotak tersebut tercentang, software tersebut akan menginstall toolbar pada browser atau pada windows explorer. Terlalu banyak toolbar dapat memperlambat akses internet dan kinerja komputer.
Selain kotak centang, ada juga software yang menggunakan sistem pemilihan fitur seperti pada Gambar 3.
cara install software - featured to be installed 2
Gambar 3
Untuk software yang menggunakan sistem tersebut, pilih opsi yang bertanda silang merah untuk tidak memilih fitur tersebut.
Halaman pemilihan fitur ini juga ada yang menjadi satu dengan halaman pemilih lokasi install. Jadi nantinya akan terdapat tombol “Browse” dan kotak untuk dicentang dalam 1 halaman. Lihat Gambar 2.
Demikian yang dapat saya bagikan tentang cara install software yang baik dan benar. Dengan mengetahui tips-tips di atas, saya berharap Anda tidak akan asal “Next” lagi dalam menginstall software. Jangan sampai komputer Anda jadi lambat hanya karena malas memperhatikan proses installasi.
Tambahan: untuk melengkapi tips install software ini, baca juga panduan lengkap cara uninstallnya.
Gambar:
http://www.brighthub.com/computing/smb-security/reviews/37487.aspx
http://newdownload4u.blogspot.com/2008/02/download-real-player-11-for-free.html
http://www.poderpda.com/plataformas/windows-phone/como-migrar-tu-informacion-de-symbian-a-windows-phone-tutorial/


Cara Update dan Install Driver pada Laptop atau PC

Cara Install dan Update pada Laptop atau PC:
GAMBAR5
Update Driver sangat berguna untuk memperbaiki kinerja dari hardware di komputer/laptop kita. Windows XP, Windows dan Windows 7 mempunyai proses update driver yang berbeda, nah di Windows 7 langkah update driver ini sedikit lebih mudah.Kenapa harus update driverDriver sangat berguna agar Windows atau sistem operasi yang kita pakai di laptop bisa berkomunikasi dengan periperal atau hardware di laptop kita. Dengan mengupdate driver, kita bisa lebih mengoptimalkan kinerja dari hardware tersebut.
Pengertian Driver
Driver adalah perangkat lunak yang mengizinkan sebuah sistem komputer untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat keras. Sebagian besar perangkat keras, tidak akan dapat berjalan atau sama sekali tidak dapat berjalan tanpa driver yang cocok yang terinstal di dalam sistem operasi.
Driver dibagi berdasar kegunaannya adalah :
  1. Driver audio : komponen yang berhubungan dengan audio atau suara
  2. Driver Bios : komponen yang berhubungan dengan motherboard
  3. Driver Chipset : komponen yang berhubungan dengan komponen chip pada motherboard
  4. Driver Graphics : komponen yang berhubungan dengan visual
  5. Driver Keyboard : komponen yang berhubungan dengan keyboard
  6. Driver Mouse : komponen yang berhubungan dengan mouse
  7. Driver Storage : komponen yang berhubungan dengan alat penyimpan data
  8. Driver Webcam : komponen yang berhubungan dengan kamera
  9. Driver Network : komponen yang berhubungan dengan jaringan
Ketika Sobat  membeli perangkat komputer tentu akan disertai CD Software Driver. Untuk kali pertama Sobat masih dapat menyimpannya. Akan tetapi dengan berjalannya waktu saat Sobat membutuhkan driver komputer ternyata cd driver komputer hilang entah kemana. Perangkat komputer tidak bisa menunggu untuk dapat memaksimalkan kinerja device yang ada di dalam komputer, sedangkan komputer membutuhkan cd software driver komputernya segera.
Apabila tidak terpenuhi maka seperti misalnya suara (device soundcard) yang harusnya dapat berjalan normal tidak berfungsi dan device-device lainnya akan sama seperti itu. Selanjutnya bagaimanakah menyikapi hal ini? Sobat dapat mendownload driver komputer melalui internet. Karena hampir semua produsen komputer menyediakan area download produknya secara gratis di website resmi mereka.
Salah satu contoh install driver komputer kita akan coba menginstall driver sound, terlebih dahulu harus diketahui jenis Chipset dari Sound Card (SIS, REALTEK, CMEDIA, atau lainya), Onboard atau Card dan sistem operasi komputer (Windows 98 atau Windows 2000 atau Windows XP atau LINUX atau Windows 7).
Cara Update dan Install Driver pada Laptop atau PC:
Langkah-langkah install driver sound pada komputer adalah sebagai berikut:
Langkah 1
Masuk ke WindowsExplorer, caranya klik kanan pada Start (lihat gambar).
GAMBAR 1
Langkah 2
Klik Explore, kemudian cari tulisan My Computer dan klik kanan, lalu turun ke Properties dan klik kiri (lihat gambar).
GAMBAR2
Langkah 3
Sekarang berada di Sistem Properties, cari tulisan Hardware dan klik kiri (lihat gambar).
GAMBAR3
Langkah 4
Cari tulisan Device Manager dan klik kiri (lihat gambar).
GAMBAR4
Langkah 5
Sekarang berada di area Device Manager, lalu cari tulisan Ports dan apabila masih bertanda [+], klik dahulu sampai berganti ke tanda [-] (lihat gambar).
GAMBAR5
Langkah 6
Selanjutnya cari tanda biasanya berwarna kuning yang bertuliskan Audio/Multimedia dengan tanda seru, lalu klik kanan dan klik kiri pada tulisan Update Driver (lihat gambar).
GAMBAR6
Langkah 7
Sekarang berada pada Hardware Update Wizard, pilih yang bertuliskan Install from a list or specific location(Advanced), lalu klik next (lihat gambar).
GAMBAR7
Langkah 8
Pilih search for the best driver in these location dan check tulisan include this location in the search, klik tulisan Browser lalu cari tempat dimana menyimpan file Driver Sound, jika telah ketemu klik OK terus Next (lihat gambar).
GAMBAR8
Langkah 9
Tunggu sampai proses install selesai (lihat gambar).
GAMBAR9
Langkah 10
Kalau sudah tampil gambar seperti dibawah, klik Finish dan Restart Computer. Akan ada muncul icon di kanan bawah dan muncul gambar speaker. PC atau laptop langsung meningkatkan performancenya.

Cara Update dan Install Driver pada Laptop atau PC
Selamat mencoba dan semoga berguna

Petunjuk Cara Menginstal Komputer Sendiri

Dewasa ini komputer telah digunakan secara meluas oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal yang sering menjadi pertanyaan awal adalah bagaimana cara menginstal komputer. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dijadikan pedoman umum untuk menginstalasi program komputer, baik itu untuk install pc maupun install laptop.


    Cara Instalasi Komputer Sendiri

  1. Cek kelengkapan hardware. Apakah komponen komputer atau laptop Anda sudah terakit dengan benar, lengkap, dan memenuhi persyaratan minimal untuk menginstal sistem operasi tertentu. Lebih baik lagi jika perangkat keras pendukung seperti kartu jaringan, printer, scanner, dan sebagainya telah terpasang di komputer sebelum memulai instalasi. Tujuannya agar nantinya sistem operasi dapat otomatis mendeteksi secara dini perangkat-perangkat komputer yang Anda miliki.
  2. Instal baru (fresh install) atau instal ulang (reinstall)? Pastikan apakah instalasi akan Anda lakukan pada komputer baru yang belum memiliki sistem operasi dan program komputer, atau dilakukan pada komputer yang sebelumnya sudah memiliki sistem operasi plus program aplikasi dan data-datanya. Proses instal menjadi lebih mudah dan cepat jika dilakukan pada komputer baru. Jika yang akan Anda lakukan adalah instal ulang (karena sistem operasi sebelumnya sudah bermasalah atau ingin berganti sistem operasi lain), maka pastikan data-data file dokumen, gambar, foto, film, dan sebagainya yang telah Anda miliki sudah Anda backup dalam keping CD, flash disk, atau minimal berada di lokasi yang berbeda dengan partisi harddisk untuk instalasi nantinya.
  3. Tentukan sistem operasi yang akan Anda instal ke komputer. Apakah Anda akan menginstal OS Windows XP (Windows terpopuler), Windows 7 (Windows terbaru), atau menginstal Ubuntu Linux (sistem operasi gratis/opensource). Jika ingin menginstal Windows, pastikan Anda telah menyiapkan CD original dari Windows yang Anda beli, termasuk mencatat nomor seri yang harus diisikan saat proses install komputer berjalan. Anda bisa mempertimbangkan menggunakan sistem operasi Ubuntu karena bersifat gratis dan lengkap dengan program aplikasi pendukungnya. Jika komputer Anda tidak memiliki drive CD/DVD (misalnya netbook biasanya tidak memiliki piranti ini), maka pertimbangkan apakah Anda perlu membeli/meminjam drive CD/DVD eksternal atau menggunakan flashdisk sebagai sumber instalasinya. Adapun cara mempersiapkan file installer sistem operasi di keping flashdisk mungkin akan dibahas di posting tersendiri. 
  4. Persiapkan cd driver. Nantinya, setelah sistem operasi terinstal ke komputer, kemungkinan tampilan layar komputer belum optimal, suara tidak terdengar, printer belum bisa dipakai, dan sebagainya. Anda akan memerlukan CD atau disket driver untuk menginstal driver VGA dan sound card, driver printer, serta driver piranti tambahan lainnya. Jika Anda tidak memilikinya, Anda bisa mendownloadnya di situs internet produsen hardware terkait atau mencari alternatifnya dengan menggunakan mesin pencari.
  5. Sediakan software dan program aplikasi komputer yang Anda perlukan. Misalnya, selain sistem operasi, Anda akan membutuhkan program office, software desain grafis, antivirus, aplikasi bantu untuk akses internet, game favorit, dan tool perawatan sistem komputer. Jika Anda menggunakan OS Ubuntu Linux, kemungkinan semua sudah tersedia dan Anda bisa melewatkan tahapan ini.
  6. Tambahkan program lain sesuai kebutuhan. Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin juga ingin mengetahui cara menginstal font, memasang flash player, PDR reader, bahkan memerlukan instalasi tool pengembangan seperti XAMPP untuk merancang website. Teknik-teknik instalasinya perlu Anda pahami dan Anda kuasai.
  7. Buang software yang tidak diperlukan. Pastikan Anda bisa membuang instalasi (uninstall) program-program yang telah Anda install sebelumnya. Kemungkinan, beberapa software yang pernah Anda instal atau tanpa sengaja turut terinstal ternyata tidak Anda butuhkan atau bahkan tidak pernah Anda pakai. Dengan membuang program yang tidak diperlukan, selain akan memperbesar ruang kosong harddisk juga akan mempercepat kinerja komputer Anda.